Seni jalanan telah lama menjadi bentuk ekspresi bagi seniman yang ingin tampil menonjol di luar lingkungan galeri tradisional. Bagi banyak orang, jalanan berfungsi sebagai kanvas, memungkinkan mereka menjangkau khalayak yang lebih luas dan menjadikan karya seni mereka dapat diakses oleh semua orang. Salah satu seniman yang berhasil melakukan transisi dari seni jalanan ke pertunjukan galeri adalah Habibi88.
Habibi88 yang bernama asli Jamal Ahmed pertama kali menciptakan seni jalanan di kampung halamannya di Brooklyn, New York. Karyanya dengan cepat mendapat perhatian karena warnanya yang berani dan desainnya yang rumit, yang sering kali menampilkan komentar politik dan sosial. Karya seni Ahmed menonjol di kota yang terkenal dengan seni jalanannya yang semarak, dan dia segera menerima tawaran untuk memamerkan karyanya di galeri.
Meski sukses di dunia seni jalanan, Ahmed ragu untuk beralih ke pertunjukan galeri. Ia merasa karya seninya layak untuk dijalani, sehingga dapat dilihat oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang atau status keuangannya. Namun, setelah banyak pertimbangan, Ahmed memutuskan untuk mengambil kesempatan dan memamerkan karyanya di galeri.
Transisi ini tidak mudah bagi Ahmed, yang kesulitan beradaptasi dengan suasana pertunjukan galeri yang lebih formal. Ia mendapati dirinya menghadapi kritik dari kritikus seni tradisional yang mempertanyakan validitas latar belakang seni jalanannya. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Ahmed tetap setia pada visinya, terus menciptakan seni yang mencerminkan pengalaman dan keyakinannya.
Seiring waktu, karya Ahmed mulai mendapat pengakuan di dunia seni, dengan kritikus memuji gaya unik dan citranya yang kuat. Karya-karyanya, yang sering menampilkan warna-warna berani dan pola rumit, telah ditampilkan di galeri-galeri di seluruh dunia, termasuk Galeri Gagosian yang bergengsi di New York City.
Saat ini, Ahmed dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka di dunia seni kontemporer, yang dikenal karena komposisinya yang dinamis dan materi pelajarannya yang menggugah pikiran. Perjalanannya dari seni jalanan hingga pertunjukan galeri menjadi inspirasi bagi seniman di mana pun, menunjukkan bahwa mendobrak hambatan dan sukses di bidang seni apa pun adalah hal yang mungkin dilakukan.
Saat Ahmed terus mendorong batas-batas seninya, dia tetap berkomitmen menggunakan platformnya untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial dan memicu percakapan yang bermakna. Karyanya berfungsi sebagai pengingat akan kekuatan seni untuk menginspirasi perubahan dan menciptakan dunia yang lebih inklusif dan berempati.
Di dunia di mana seni sering kali terbatas pada galeri dan museum, perjalanan Habibi88 menjadi bukti potensi transformatif seni jalanan. Dengan membawa karyanya dari jalanan ke galeri, Ahmed telah menunjukkan bahwa seni tidak mengenal batas dan benar-benar dapat mengubah kehidupan.